Pengertian Dan Pengaruh LGBT Di Indonesia
Pada Tahun 2022 ini, Indonesia ramai sekali memperbincangkan LGBT. Kenapa harus LGBT yang menjadi bahan obrolan? Apa tidak ada bahan obrolan lain?
LGBT merupakan singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Hal ini merupakan sebuah penyimpangan dari apa yang sudah diajarkan dalam QS An-Najm Ayat 45 yang artinya, “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang- pasangan pria dan wanita.” Dari sini sudah dapat dilihat bahwa yang disebut berpasang-pasangan adalah pria dengan wanita atau wanita dengan pria, bukan pria dengan pria atau wanita dengan wanita.
Hal ini bukan sembarang hal yang dapat dibahas dan diselesaikan dengan mudah. Mereka yang mengidap penyakit LGBT memiliki pikiran dimana mereka merasa benar, mereka merasa berhak atas kebebasan diri mereka. Nyatanya, di Indonesia sendiri sangat tidak membenarkan perbuatan ini, selain karena ini merupakan sebuah penyimpangan akan tetapi hal ini juga sudah sangat tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Sampai kapan hal ini akan terjadi? Tentu saja tidak ada yang mengetahui. Seiring berjalannya generasi, tentu saja generasi di atas atau generasi tua ingin memberantas penyim- pangan LGBT ini karna dirasa meresahkan untuk generasi muda dan begitupun seterusnya sampai generasi muda menjadi generasi tua dan mempunyai generasi muda lainnya. Tidak ada yang ingin jika generasi muda kita terjerumus masuk ke lubang LGBT.
Bagaimana kita sebagai generasi harapan bangsa saat ini menjaga generasi muda untuk mencegah atau menjauhi mereka?
Para
generasi muda masuk ke dalam penyimpangan LGBT ini? Yang pertama, datang dari lingkungan keluarga. Menurut saya, keluarga yang harmonis membuat anak
sebagai generasi muda tidak akan terjerumus. Dikarenakan dari jiwa atau psikologis anak tidak mengalami guncangan yang
membuat mereka trauma akan laki-laki atau perempuan.
Yang kedua, pergaulan. Dalam pergaulan, benar kata orang tua bahwasanya kita selalu diingatkan untuk dapat memilah dan memilih teman pergaulan.
Rupanya kata-kata ini sangat berarti
jika benar-benar dimaknai
dan dipahami. Yang ketiga,
edukasi terkait LGBT dan bahayanya. Hal ini sangatlah penting mengingat kita tak pernah tau apakah teman atau orang yang kita hadapi ini memiliki jiwa dan
psikologis yang stabil. Hal ini juga berguna agar kita memiliki
pengetahuan terkait bahayanya
LGBT pada saat ini atau
pada saat kedepannya.
Dengan menjaga jiwa dan psikologis seseorang tetap stabil, maka dirasa tidak akan terjadi
penyimpangan LGBT ini. Karena tidak
ada alasan atau faktor yang membuat mereka untuk masuk ke dalam penyimpangan tersebut.
Bagaimana jika kita mempunyai teman yang sudah terjerumus masuk ke dalam penyimpangan LGBT?
Kita sebagai teman, sebaiknya mengajak kembali kepada jalan yang benar secara sangat perlahan. Seperti
yang sudah disampaikan bahwa mereka yang mengidap
penyimpangan ini memiliki pemikiran
di mana mereka merasa benar atas perbuatannya. Jika menjauhinya, dikhawatirkan akan semakin terjerumus dan tidak bisa ditarik kembali dari penyimpangan tersebut. Berpikirlah seperti “tidak suka
terhadap sifat dan sikap LGBT-nya, bukan orangnya.” Dengan begitu, kamu akan tetap menginginkan
dan mengharapkan agar dia kembali ke jalan yang benar, yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Tidak ada salahnya jika kita berharap pada saudara kita yang memiliki penyimpangan LGBT ini untuk dapat segera sadar bahwa yang saat ini mereka lakukan bukanlah hal yang semestinya. Dan tidak ada salahnya juga jika dia yang pernah masuk ke dalam penyimpangan LGBT sangat menginginkan untuk keluar dari zona tersebut. Kita yang dalam kondisi sadar dan normal, mendukung mereka dengan menguatkan iman mereka kembali jika mereka benar-benar ingin keluar dari penyimpangan tersebut dan kembali ke jalan yang seharusnya, yang sesuai dengan ajaran dari al-Qur’an dan sunnah.
Solusi Dalam Mengatasi Penyimpangan LGBT
Karena dampak LGBT sangat mengerikan, sebaiknya ada upaya untuk mencegah timbulnya LGBT.
- Menjaga pergaulan dari anak-anak kita, kita sebagai orang tua harus tahu dengan siapa anak kita bergaul.
- Menutup segala celah pornografi misalnya dari gawai. Orang tua harus aktif dalam hal ini kita harus memantau setiap kali anak bermain gawai jangan sampai anak kita terjerumus dengan pornografi.
- Diadakan kajian atau seminar mengenai bahaya LGBT di sekolah-sekolah agar semua siswa tahu bahaya dari LGBT dan dapat menghindarinya.
- Adanya undang-undang yang melarang adanya LGBT sehingga hal ini tidak menyebar semakin parah.
- Diadakan penyuluhan keagamaan mengenai LGBT yang menyimpang dari aturan agama sehingga dapat mengatasi maraknya golongan LGBT.

