
Oleh : Slamet Sukmawijaya
(Mahasiswa ilmu Al-Qur'an & Tafsir UMC)
“Barangsiapa yang sengaja
tidak mengajark
Kurangnya pemahaman
anak mengenai seksualitas membuat anak menjadi mangsa para predator seksual yang ada di sekitar mereka. Meningkatnya kasus
kekerasan, penyimpangan,
ketidakberdayaan, bahkan sampai hal-hal yang jelas bertentangan dengan agama seperti LGBT dan
sebangsanya merupakan bukti nyata
kurangnya pengetahuan anak mengenai seks
yang seharusnya sudah mereka pahami
sejak usia dini. Awalnya, LGBT hanya
diartikan pada kelompok transgender dan homoseksual. Namun, saat ini LGBT menjadi singkatan yang melingkupi orientasi seksual dan identitas gender
umumnya ada di masyarakat.
Penyimpangan seksual yang semakin berkembang di masyarakat adalah sebuah fenomena sosial yang tidak hanya berdampak buruk terhadap anak-anak dan remaja yang menginjak usia pubertas, tetapi penyimpangan ini juga akan berdampak juga pada orang dewasa. Penyebab utama terjadinya penyimpangan ini yaitu dimulai dari kesalahan pengasuhan dan penyebab lain, di antaranya:
1. Lingkungan dan Pergaulan
Lingkungan merupakan aspek yang dijadikan kebiasaan seseorang dalam bergaul, hal ini juga menjadi penyebab terhadap keputusan seseorang untuk mengambil keputusan. Masuknya budaya dari luar negeri dapat mengubah pola pikir sebagian besar masyarakat sehingga terjadilah pergeseran norma-norma susila yang dianut oleh sebagian masyarakat. sebagai contoh adalah perilaku seks yang menyimpang seperti seks bebas maupun seks dengan sesama jenis atau yang lebih dikenal dengan istilah LGBT.
2. Faktor Akhlak dan Moral
3. Berkembang Pesatnya Era Digitalisasi
4. Kurang Siapnya Menjadi Orang Tua
Kebanyakan orang tua berharap besar kepada anaknya untuk menjadi seorang yang sukses dalam menjalani kehidupan yang berfokus pada materi dan belum sepenuhnya menyiapkan anak untuk menjadi ayah dan ibu atau sebagai calon orang tua. Didikan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya memiliki peranan yang penting bagi para anak kedepan untuk lebih cenderung menjadi seorang anggota LGBT daripada hidup normal layaknya orang yang lainnya, selain itu orang tua masih sering beranggapan bahwa membicarakan masalah yang menyangkut seksual dengan anak-anak mereka adalah suatu hal yang tabu, padahal hal ini justru bisa mendidik anak agar bisa mengetahui perihal seks yang benar dan menjauhkan penyimpangan seksualitas.
5.
Kurangnya Parenting
Sampai saat ini pendidikan seksualitas dan parenting masih menjadi hal yang tabu bagi orang
tua dan calon orang tua untuk dibicarakan bersama keluarga dan lingkup sosial masyarakat,
hal ini yang harus dibenahi untuk menambahkan wawasan baru untuk menghindari penyimpangan isu gender sejak dini.
Generasi muda sebagai agent of change dan juga sebagai calon orang tua mempunyai peran penting untuk melakukan preventif terhadap penyimpangan seksualitas yaitu pasangan muda diharapkan dapat merumuskan tujuan pernikahan dan pola asuh sehingga terjadi komunikasi baik antar generasi, menjadikan parenting dan pendidikan seksual sebagai salah satu lifestyle untuk mempersiapkan generasi selanjutnya, mampu memperbaiki dan memutuskan rantai luka pengasuhan yang salah serta dapat membangun peradaban yang kokoh.
